3.3.A.6 REFLEKSI TERBIMBING – PENGELOLAAN PROGRAM YANG BERDAMPAK PADA MURID
1.
Apa yang menarik bagi
Anda setelah mempelajari pengelolaan program yang berdampak pada murid?
Setelah
mempelajari modul ini saya mendapat pengetahuan dan juga pemahaman baru tentang
bagaimana menyusun sebuah program yang berdampak pada murid, yang ternyata
tidak mudah. Ada SOP yang harus dijalankan terutama dalam hal perencanaan yang
menggunakan MELR yaitu monitoring, evaluation, learning dan reporting. Setelah
itu barulah menganalisis manajemen resiko yaitu 5 tipe resiko.
Hal
yang menarik adalah bahwa ketika kita memiliki sebuah program atau ide akan
sebuah program yang akan dikembangkan di sekolah haruslah bermula dari pemetaan
aset atau sumber daya di sekolah, barulah sebuah program akan lebih terarah dan
memiliki tingkat kesuksesan dan keberhasilan yang tinggi. saya selama ini
banyak memiliki ide atau program yang ingin saya ajukan ke sekolah namun
program tersebut belum berdasarkan analiasis pemetaan 7 aset atau modal sekolah
Hal
menarik lainnya adalah bagaimana pendekatan inkuiri apresiatif mode BAGJA
menjadi bagian penting dalam tahapan mendesain program yang bedampak pada
murid. Dalam sesi ini pemahaman saya tentang BAGJA semakin meningkat setelah
sebelumnya di sesi modul 3.2 juga menggunakan model BAGJA sebagai rancangan aksi
nyata.
2.
Apa yang mengejutkan yang
Anda temukan dalam proses pembelajaran tentang pengelolaan program yang
berdampak pada murid?
Ada
beberapa pengetahuan baru yang saya dapatkan terutama dalam hal perencanaan
program di sekolah, hal-hal tersebut memang sudah tidak asing lagi bagi saya,
karena sering saya mendengar istilah tersebut baik di sekolah maupun di luar
keseharian mengajar di sekolah. Namun, dalam sesi diklat ini saya mendapat
pengetahuan yang utuh dan komprehensif mengenai bagaimana sebuah program itu
disusun, dievaluasi hingga dibuat pelaporannya.
Monitoring
dan evaluasi sebagai suatu aktivitas yang sangat penting untuk mendukung
tercapainya suatu tujuan dari proyek atau program yang dilakukan
Dalam proses pembelajaran kali ini saya lebih memahami mengenai 12 prinsip
Monitoring dan evaluasi yang disampaikan Kertsy Hobson dalam bukunya.
Learning atau pembelajaran merupakan sebuah proses refleksi yang harus
dilakukan dalam sebuah program sekolah sebagai sebuah kerangka kerja
pembelajaran (Learning) yang membahas aspek utama yang perlu dipertimbangkan
ketika meninjau suatu pengalaman atau sebuah program. Learning ini terdiri atas
empat tahapan yaitu:
- Fact
(Fakta ): Catatan objektif tentang apa yang terjadi
- Feeling
(Perasaan): Reaksi emosional terhadap situasi
- Finding
(Temuan): Pembelajaran konkret yang dapat diambil dari situasi tersebut
- Future
(Masa Depan): Menyusun pembelajaran digunakan di masa depan
3.
Apa yang berubah yang akan Anda
lakukan setelah memahami atau mempelajari materi ini?
Perubahan
yang akan saya lakukan adalah merancang program yang berdampak pada murid
sesuai dengan kriteria langkah atau prosedur yang telah saya pelajari di modul
3.3 ini yaitu menggunakan tahapan BAGJA, MELR, 12 prinsip monitoring dan
evaluasi, 5 strategi desain program dan analisis manajemen resiko.
Selain
itu juga saya harus melakukan pemetaan aset yang potensial di sekolah sebelum
mendesain sebuah program yang berdampak pada murid, ataupun sebelum saya
mengadopsi sebuah program dari sekolah lain. Karena sebuah program yang sukses
di sekolah lain, belum tentu akan sukses atau sesuai untuk diterapkan di
sekolah saya. Hal yang tidak kalah pentingnya adalah menganalisis dampak
program secara komprehensif untuk siswa baik dari segi keuntungan atau sisi
positif maupun resiko resiko yang mungkin muncul.
4.
Apa yang menantang bagi Anda untuk memahami apa yang
disampaikan dalam modul ini?
Yang
menantang bagi saya adalah bagaimana melaksanakan program atau kegiatan untuk
aktivitas yang tidak sesaat tetapi berkelanjutan sehingga prosesnya perlu
dikawal, didampingi oleh guru serta diawasi sehingga memberikan efek positif
pada diri siswa baik ke dalam maupun ke luar, ke dalam artinya siswa
berkarakter mandiri, kreatif, serta inovatif sehingga di masa mendatang siswa
akan merasakan pengaruh belajar saat ini sehingga dapat memberi kebermaknaan
hidup bagi dirinya.
5.
Sumber-sumber dukungan yang saya miliki untuk membantu saya
menyusun program yang berdampak pada murid.
Ada sumber dukungan yang saya miliki yakni 7
aset sekolah meliputi Manusia (siswa, guru, staff, ortu, komite dll), aset
sosial, aset fisik, aset politik, aset agama/budaya, aset finansial. Ketujuh
aset ini yang harus dapat dikelola untuk kemajuan sekolah hingga kesempatan
belajar siswa diberikan secara luas.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar