Jumat, 10 Juni 2022

3.3.A.6 REFLEKSI TERBIMBING - PENGELOLAAN PROGRAM YANG BERDAMPAK PADA MURID

 3.3.A.6   REFLEKSI TERBIMBING – PENGELOLAAN PROGRAM YANG BERDAMPAK PADA MURID



1.       Apa yang menarik bagi Anda setelah mempelajari pengelolaan program yang berdampak pada murid?

Setelah mempelajari modul ini saya mendapat pengetahuan dan juga pemahaman baru tentang bagaimana menyusun sebuah program yang berdampak pada murid, yang ternyata tidak mudah. Ada SOP yang harus dijalankan terutama dalam hal perencanaan yang menggunakan MELR yaitu monitoring, evaluation, learning dan reporting. Setelah itu barulah menganalisis manajemen resiko yaitu 5 tipe resiko.

Hal yang menarik adalah bahwa ketika kita memiliki sebuah program atau ide akan sebuah program yang akan dikembangkan di sekolah haruslah bermula dari pemetaan aset atau sumber daya di sekolah, barulah sebuah program akan lebih terarah dan memiliki tingkat kesuksesan dan keberhasilan yang tinggi. saya selama ini banyak memiliki ide atau program yang ingin saya ajukan ke sekolah namun program tersebut belum berdasarkan analiasis pemetaan 7 aset atau modal sekolah

Hal menarik lainnya adalah bagaimana pendekatan inkuiri apresiatif mode BAGJA menjadi bagian penting dalam tahapan mendesain program yang bedampak pada murid. Dalam sesi ini pemahaman saya tentang BAGJA semakin meningkat setelah sebelumnya di sesi modul 3.2 juga menggunakan model BAGJA sebagai rancangan aksi nyata.

 

2.       Apa yang mengejutkan yang Anda temukan dalam proses pembelajaran tentang pengelolaan program yang berdampak pada murid? 

Ada beberapa pengetahuan baru yang saya dapatkan terutama dalam hal perencanaan program di sekolah, hal-hal tersebut memang sudah tidak asing lagi bagi saya, karena sering saya mendengar istilah tersebut baik di sekolah maupun di luar keseharian mengajar di sekolah. Namun, dalam sesi diklat ini saya mendapat pengetahuan yang utuh dan komprehensif mengenai bagaimana sebuah program itu disusun, dievaluasi hingga dibuat pelaporannya.

Monitoring dan evaluasi sebagai suatu aktivitas yang sangat penting untuk mendukung tercapainya suatu tujuan dari proyek atau program yang dilakukan
Dalam proses pembelajaran kali ini saya lebih memahami mengenai 12 prinsip Monitoring dan evaluasi yang disampaikan Kertsy Hobson dalam bukunya.
Learning atau pembelajaran merupakan sebuah proses refleksi yang harus dilakukan dalam sebuah program sekolah sebagai sebuah kerangka kerja pembelajaran (Learning) yang membahas aspek utama yang perlu dipertimbangkan ketika meninjau suatu pengalaman atau sebuah program. Learning ini terdiri atas empat tahapan yaitu:

  1. Fact (Fakta ): Catatan objektif tentang apa yang terjadi
  2. Feeling (Perasaan): Reaksi emosional terhadap situasi
  3. Finding (Temuan): Pembelajaran konkret yang dapat diambil dari situasi tersebut
  4. Future (Masa Depan): Menyusun pembelajaran digunakan di masa depan

 

3.       Apa yang berubah yang akan Anda lakukan setelah memahami atau mempelajari materi ini?

Perubahan yang akan saya lakukan adalah merancang program yang berdampak pada murid sesuai dengan kriteria langkah atau prosedur yang telah saya pelajari di modul 3.3 ini yaitu menggunakan tahapan BAGJA, MELR, 12 prinsip monitoring dan evaluasi, 5 strategi desain program dan analisis manajemen resiko.

Selain itu juga saya harus melakukan pemetaan aset yang potensial di sekolah sebelum mendesain sebuah program yang berdampak pada murid, ataupun sebelum saya mengadopsi sebuah program dari sekolah lain. Karena sebuah program yang sukses di sekolah lain, belum tentu akan sukses atau sesuai untuk diterapkan di sekolah saya. Hal yang tidak kalah pentingnya adalah menganalisis dampak program secara komprehensif untuk siswa baik dari segi keuntungan atau sisi positif maupun resiko resiko yang mungkin muncul.

 

4.       Apa yang menantang  bagi Anda untuk memahami apa yang disampaikan dalam modul ini?

Yang menantang bagi saya adalah bagaimana melaksanakan program atau kegiatan untuk aktivitas yang tidak sesaat tetapi berkelanjutan sehingga prosesnya perlu dikawal, didampingi oleh guru serta diawasi sehingga memberikan efek positif pada diri siswa baik ke dalam maupun ke luar, ke dalam artinya siswa berkarakter mandiri, kreatif, serta inovatif sehingga di masa mendatang siswa akan merasakan pengaruh belajar saat ini sehingga dapat memberi kebermaknaan hidup bagi dirinya.

 

5.       Sumber-sumber dukungan yang saya miliki untuk membantu saya menyusun program yang berdampak pada murid.

Ada sumber dukungan yang saya miliki yakni 7 aset sekolah meliputi Manusia (siswa, guru, staff, ortu, komite dll), aset sosial, aset fisik, aset politik, aset agama/budaya, aset finansial. Ketujuh aset ini yang harus dapat dikelola untuk kemajuan sekolah hingga kesempatan belajar siswa diberikan secara luas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jurnal Refleksi Minggu ke 24 modul 3.3 Calon Guru Penggerak

Tanpa terasa, perjalanan pendidikan Calon Guru Penggerak sudah pada tahap akhir di modul 3.3.  Pengelolaan Program yang Berdampak pada Murid...