Minggu, 22 Mei 2022

Aksi Nyata Modul 3.1.a.10 Pengambilan Keputusan sebagai Pemimpin Pembelajaran


SDN Tanjungsari Kec. Panekan Kab. Magetan

Tak terasa proses pendidikan guru penggerak yang saya ikuti di angkatan 4 ini sudah sampai pada modul terakhir, yaitu modul 3. Pada kesempatan ini, dalam aksi nyata modul 3.1 dengan materi pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran, saya berusaha untuk menerapkan ilmu yang saya dapatkan dalam proses pendidikan ini, khususnya untuk belajar bagaimana cara mengambil keputusan yang tepat sebagai salah satu langkah menjadi pemimpin pembelajaran yang teruji. Untuk selanjutnya, saya akan memakai model 4F (Fact, Feelings, Findings, Future) untuk menjabarkan aksi nyata yang telah saya terapkan di sekolah.

Peristiwa (Fact)

 Latar Belakang

Pembelajaran di sekolah sejak masa pandemi sampai saat ini mengalami banyak tantangan. Murid yang kurang lebih 2 tahun menjalani pembelajaran secara daring ternyata mengalami berbagai kendala, sehingga proses pembelajaran menjadi kurang maksimal. Pembiasaan budaya positif yang dulu sudah mulai terpupuk di sekolah, pudar sedikit demi sedikit karena kurangnya interaksi antara guru dan murid. Hal tersebut tentu saja  menjadi tantangan besar bagi para guru dan orangtua untuk mulai bersinergi dan bekerjasama memperbaiki kondisi yang ada agar tidak menjadi ancaman besar bagi pendidikan generasi penerus bangsa.

Masa Pandemi memberikan masalah baru bagi dunia pendidikan


Selain pembiasaan budaya positif yang mulai pudar, masalah yang kami alami pada saat ini adalah tingkat pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran yang belum sesuai dengan harapan. Hal tersebut dikarenakan pada saat pembelajaran secara daring, anak kurang mampu memahami materi karena belum terbiasa dengan sistem daring yang memang mengalami banyak kendala, baik jaringan maupun fasilitas di rumah. Oleh sebab itu, nilai yang diperoleh murid juga banyak yang masih di bawah rata rata, sedangkan untuk dapat bersaing dengan sekolah lain, tentunya kami juga harus bisa memberikan nilai yang bisa bersaing dan tidak kalah dengan sekolah lain. Tentunya hal ini menjadi dilema tersendiri bagi kami sebagai guru. Meskipun pemberian nilai adalah wewenang sepenuhnya bagi seorang guru, tapi kami tidak bisa sembarangan untuk memberikan nilai, dan nilai tersebut juga harus dapat dipertanggungjawabkan.

Alasan Melaksanakan Aksi

Berdasarkan latar belakang yang dipaparkan di atas, maka sekolah memiliki dilema etika yang harus dipecahkan, sekolah harus memiliki pilihan dalam menangani siswa yang mengalami learning loss akibat terlalu lamanya pembelajaran daring. Learning loss yang terjadi pada siswa salah satunya dalam bentuk penurunan capaian belajar siswa. Dengan terjadinya penurunan ini, apakah guru juga harus menurunkan standar nilai yang telah ditetapkan ataukah mencari cara lain agar nilai siswa tetap berada di atas KKM, agar tetap dapat bersaing dengan sekolah lain.  Selain itu pelaksanaan pembelajaran daring berdampak pada  menurunnya tingkat percaya diri dan karakter siswa sehingga dengan keadaan tersebut CGP melaksanakan aksi nyata dalam mendampingi siswa agar terentaskan dari masalahnya. Sehingga diperlukan kemampuan dalam pengambilan keputusan yang tepat dalam penanganan siswa yang mengalami keadaan tersebut.

Rapat dewan guru SDN Tanjungsari

Learning loss yang dialami siswa ketika masa pandemi harus diatasi

 Hasil Aksi Nyata

Hasil aksi nyata yang telah dilaksanakan yaitu mulai melaksanakan pembiasaan budaya positif bagi siswa dan guru dengan berbagai program yang telah disusun. Beberapa diantaranya adalah dengan budaya literasi membaca setiap pagi, kegiatan ekstrakurikuler pramuka dan karawitan mulai aktif kembali, piket bersama, program khatam Al Qur’an bersama secara berkala, peringatan hari besar keagamaan dan nasional dengan kegiatan yang memupuk rasa percaya diri dan mengembangkan potensi siswa, seperti kegiatan pentas seni siswa dalam rangka hari Kartini yang berlangsung sangat meriah dan siswa sangat antusias.

Agar mutu sekolah tidak merosot akibat dari masa pandemi, maka sekolah tidak akan menurunkan nilai KKM, akan tetapi dengan melakukan berbagai program penunjang nilai akademik yang dapat membantu siswa mengisi kekosongan pada masa pandemi, seperti memberikan pembelajaran yang menggunakan metode yang bervariasi sehingga murid lebih tertarik dan mudah memahami materi.

Literasi pagi 

Sabtu sehat dengan senam irama

Ekstra karawitan untuk memupuk potensi seni siswa

Selain hal tersebut, untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran, sekolah mengadakan les di luar jam pembelajaran dan mengadakan evaluasi dan remidi untuk dapat mempertahankan nilai siswa agar tetap dapat bersaing dengan sekolah lain. Guru dalam memberikan pembelajaran diharapkan memiliki inovasi agar siswa merasa tertarik mengikuti pembelajaran yang diberikan. Dukungan dari kepala sekolah dalam menangani siswa yang memiliki masalah rendahnya motivasi belajar merupakan hal yang sangat positif sehingga pengambilan keputusan yang diberikan tepat dalam menangani dan meningkatkan motivasi belajar siswa.

 

Rapat komite sekolah demi program yang lebih baik

Les tambahan untuk meningkatkan kompetensi akademik siswa

Perasaan (Feelings)

Setelah melaksanakan aksi nyata modul 3.1.a.10 mengenai Pengambilan Keputusan sebagai Pemimpin Pembelajaran, saya awalnya sedikit merasa pesimis karena hal tersebut merupakan tugas yang tidak mudah. Akan tetapi dengan dukungan dari semua pihak, dan kolaborasi yang serasi antara guru, orangtua dan pihak terkait, ternyata hasil yang dicapai tidaklah mengecewakan. Hal tersebut sangat terlihat dari antusiasnya siswa dalam mengikuti kegiatan pentas seni pada saat perayaan hari Kartini. Setiap kelas sangat antusias untuk dalam  menampilkan kemampuan mereka, dan mereka menjadi lebih percaya diri untuk dapat tampil di muka umum. Hal tersebut membuat saya lebih bersemangat untuk memberikan yang terbaik.

 

Peringatan hari pendidikan nasional

Upacara hari PGRI 

Pentas seni memperingati hari Kartini


Pembelajaran (Findings)

Melalui pembelajaran di modul ini dan serangkaian aksi nyata yang telah ddilakukan, saya merasa bahwa seorang pemimpin harus mampu untuk membuat keputusan yang bijaksana dari berbagai permasalahan yang timbul dalam proses pembelajaran di sekolah. dengan pengetahuan dan pengalaman yang memadai, guru akan mampu untuk membuat keputusan yang paling tepat, terutama persoalan yang menyangkut dilema etika. Perlu adanya kolaborasi dan kerjasama pada semua pihak dalam menghadapi dilema, sehingga kita sebagai pemimpin pembelajaran dalam pengambilan keputusan akan mempertimbangkan hal-hal positif dan negatif yang berdampak pada perkembangan sekolah maupun siswa khususnya dalam pembelajaran.

 

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Peningkatan IMTAQ melalui kegiatan pondok Ramadhan


Ekstra Pramuka melatih jiwa kemandirian siswa

Perubahan (Future)

Kemampuan dalam pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran merupakan perubahan nyata yang ada dalam diri saya sebagai calon guru penggerak (CGP), maka saya akan selalu menerapkan kolaborasi dan kerjasama pada warga sekolah untuk menentuan sebuah pengambilan keputusan yang tepat dan berdampak positif. Selain itu, adanya motivasi dan optimis yang meningkat terkait kompetensi diri dalam pengambilan keputusan. Perubahan lainnya yaitu, semakin meningkatnya dukungan dan kepercayaan dari sekolah dalam menghadapi penanganan permasalahan atau dilema etika yang telah CGP tangani, sehingga meningkatkan motivasi dan semangat menjadi agen perubahan sebagai pemimpin pembelajaran.

Demikian portofolio aksi nyata modul 3.1.a.10 Pengambilan Keputusan sebagai Pemimpin Pembelajaran yang telah CGP susun. Harapan saya dengan langkah-langkah pengambilan keputusan yang saya laksanakan dapat menjadi acuan dalam mengahadapi dilema etika dan bujukan moral yang terjadi di sekolah.

Prestasi SDN Tanjungsari dalam lomba FLS2N Kecamatan


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jurnal Refleksi Minggu ke 24 modul 3.3 Calon Guru Penggerak

Tanpa terasa, perjalanan pendidikan Calon Guru Penggerak sudah pada tahap akhir di modul 3.3.  Pengelolaan Program yang Berdampak pada Murid...