
SDN Tanjungsari Kec. Panekan Kab. Magetan
Tak terasa proses pendidikan guru penggerak yang saya ikuti di angkatan 4 ini sudah sampai pada modul terakhir, yaitu modul 3. Pada kesempatan ini, dalam aksi nyata modul 3.1 dengan materi pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran, saya berusaha untuk menerapkan ilmu yang saya dapatkan dalam proses pendidikan ini, khususnya untuk belajar bagaimana cara mengambil keputusan yang tepat sebagai salah satu langkah menjadi pemimpin pembelajaran yang teruji. Untuk selanjutnya, saya akan memakai model 4F (Fact, Feelings, Findings, Future) untuk menjabarkan aksi nyata yang telah saya terapkan di sekolah.
Peristiwa (Fact)
Pembelajaran di sekolah sejak masa pandemi sampai saat
ini mengalami banyak tantangan. Murid yang kurang lebih 2 tahun menjalani
pembelajaran secara daring ternyata mengalami berbagai kendala, sehingga proses
pembelajaran menjadi kurang maksimal. Pembiasaan budaya positif yang dulu sudah
mulai terpupuk di sekolah, pudar sedikit demi sedikit karena kurangnya
interaksi antara guru dan murid. Hal tersebut tentu saja menjadi tantangan besar bagi para guru dan
orangtua untuk mulai bersinergi dan bekerjasama memperbaiki kondisi yang ada
agar tidak menjadi ancaman besar bagi pendidikan generasi penerus bangsa.
![]() |
| Masa Pandemi memberikan masalah baru bagi dunia pendidikan |
Selain pembiasaan budaya positif yang mulai pudar, masalah
yang kami alami pada saat ini adalah tingkat pemahaman siswa terhadap materi
pembelajaran yang belum sesuai dengan harapan. Hal tersebut dikarenakan pada
saat pembelajaran secara daring, anak kurang mampu memahami materi karena belum
terbiasa dengan sistem daring yang memang mengalami banyak kendala, baik
jaringan maupun fasilitas di rumah. Oleh sebab itu, nilai yang diperoleh murid
juga banyak yang masih di bawah rata rata, sedangkan untuk dapat bersaing
dengan sekolah lain, tentunya kami juga harus bisa memberikan nilai yang bisa
bersaing dan tidak kalah dengan sekolah lain. Tentunya hal ini menjadi dilema
tersendiri bagi kami sebagai guru. Meskipun pemberian nilai adalah wewenang
sepenuhnya bagi seorang guru, tapi kami tidak bisa sembarangan untuk memberikan
nilai, dan nilai tersebut juga harus dapat dipertanggungjawabkan.
Alasan Melaksanakan
Aksi
Berdasarkan latar belakang yang dipaparkan di atas, maka
sekolah memiliki dilema etika yang harus dipecahkan, sekolah harus memiliki
pilihan dalam menangani siswa yang mengalami learning loss akibat terlalu
lamanya pembelajaran daring. Learning loss yang terjadi pada siswa salah
satunya dalam bentuk penurunan capaian belajar siswa. Dengan terjadinya
penurunan ini, apakah guru juga harus menurunkan standar nilai yang telah
ditetapkan ataukah mencari cara lain agar nilai siswa tetap berada di atas KKM,
agar tetap dapat bersaing dengan sekolah lain. Selain itu pelaksanaan pembelajaran daring
berdampak pada menurunnya tingkat
percaya diri dan karakter siswa sehingga dengan keadaan tersebut CGP
melaksanakan aksi nyata dalam mendampingi siswa agar terentaskan dari
masalahnya. Sehingga diperlukan kemampuan dalam pengambilan keputusan yang
tepat dalam penanganan siswa yang mengalami keadaan tersebut.
![]() |
| Rapat dewan guru SDN Tanjungsari |
![]() |
| Learning loss yang dialami siswa ketika masa pandemi harus diatasi |
Hasil aksi nyata yang telah dilaksanakan yaitu mulai melaksanakan pembiasaan budaya positif bagi siswa dan guru dengan berbagai program yang telah disusun. Beberapa diantaranya adalah dengan budaya literasi membaca setiap pagi, kegiatan ekstrakurikuler pramuka dan karawitan mulai aktif kembali, piket bersama, program khatam Al Qur’an bersama secara berkala, peringatan hari besar keagamaan dan nasional dengan kegiatan yang memupuk rasa percaya diri dan mengembangkan potensi siswa, seperti kegiatan pentas seni siswa dalam rangka hari Kartini yang berlangsung sangat meriah dan siswa sangat antusias.
Agar mutu sekolah tidak merosot akibat dari masa pandemi, maka sekolah tidak akan menurunkan nilai KKM, akan tetapi dengan melakukan berbagai program penunjang nilai akademik yang dapat membantu siswa mengisi kekosongan pada masa pandemi, seperti memberikan pembelajaran yang menggunakan metode yang bervariasi sehingga murid lebih tertarik dan mudah memahami materi.
![]() |
| Literasi pagi |
![]() |
| Sabtu sehat dengan senam irama |
![]() |
| Ekstra karawitan untuk memupuk potensi seni siswa |
Selain hal tersebut, untuk meningkatkan pemahaman siswa
terhadap materi pembelajaran, sekolah mengadakan les di luar jam pembelajaran
dan mengadakan evaluasi dan remidi untuk dapat mempertahankan nilai siswa agar
tetap dapat bersaing dengan sekolah lain. Guru dalam memberikan pembelajaran diharapkan
memiliki inovasi agar siswa merasa tertarik mengikuti pembelajaran yang
diberikan. Dukungan dari kepala sekolah dalam menangani siswa yang memiliki
masalah rendahnya motivasi belajar merupakan hal yang sangat positif sehingga
pengambilan keputusan yang diberikan tepat dalam menangani dan meningkatkan
motivasi belajar siswa.
.jpeg)
Rapat komite sekolah demi program yang lebih baik
![]() |
| Les tambahan untuk meningkatkan kompetensi akademik siswa |
Perasaan (Feelings)
Setelah melaksanakan aksi nyata modul 3.1.a.10 mengenai
Pengambilan Keputusan sebagai Pemimpin Pembelajaran, saya awalnya sedikit
merasa pesimis karena hal tersebut merupakan tugas yang tidak mudah. Akan tetapi
dengan dukungan dari semua pihak, dan kolaborasi yang serasi antara guru,
orangtua dan pihak terkait, ternyata hasil yang dicapai tidaklah mengecewakan. Hal
tersebut sangat terlihat dari antusiasnya siswa dalam mengikuti kegiatan pentas
seni pada saat perayaan hari Kartini. Setiap kelas sangat antusias untuk dalam menampilkan kemampuan mereka, dan mereka
menjadi lebih percaya diri untuk dapat tampil di muka umum. Hal tersebut
membuat saya lebih bersemangat untuk memberikan yang terbaik.

Peringatan hari pendidikan nasional
![]() |
| Upacara hari PGRI |
![]() |
| Pentas seni memperingati hari Kartini |
Pembelajaran
(Findings)
.jpeg)
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
![]() |
| Peningkatan IMTAQ melalui kegiatan pondok Ramadhan |
![]() |
| Ekstra Pramuka melatih jiwa kemandirian siswa |
Perubahan (Future)
Kemampuan dalam pengambilan keputusan sebagai pemimpin
pembelajaran merupakan perubahan nyata yang ada dalam diri saya sebagai calon
guru penggerak (CGP), maka saya akan selalu menerapkan kolaborasi dan kerjasama
pada warga sekolah untuk menentuan sebuah pengambilan keputusan yang tepat dan
berdampak positif. Selain itu, adanya motivasi dan optimis yang meningkat
terkait kompetensi diri dalam pengambilan keputusan. Perubahan lainnya yaitu,
semakin meningkatnya dukungan dan kepercayaan dari sekolah dalam menghadapi
penanganan permasalahan atau dilema etika yang telah CGP tangani, sehingga
meningkatkan motivasi dan semangat menjadi agen perubahan sebagai pemimpin
pembelajaran.
Demikian portofolio aksi nyata modul 3.1.a.10 Pengambilan Keputusan
sebagai Pemimpin Pembelajaran yang telah CGP susun. Harapan saya dengan
langkah-langkah pengambilan keputusan yang saya laksanakan dapat menjadi acuan
dalam mengahadapi dilema etika dan bujukan moral yang terjadi di sekolah.
![]() |
| Prestasi SDN Tanjungsari dalam lomba FLS2N Kecamatan |


.jpeg)
.jpeg)


.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar