JURNAL REFLEKSI MINGGU KE-10
Pada minggu ke-10 ini, kegiatan yang
kami lakukan adalah melakukan presentasi kelompok dengan materi RPP
berdiferensiasi, setelah itu melakukan refleksi terbimbing mengenai masalah
dalam pembelajaran berkaitan dengan penerapan pembelajaran berdiferensiasi. Setelah
itu kami diberikan kesempatan untuk membuat RPP berdiferensiasi sesuai dengan
kelas yang diampu dan saling memberikan tanggapan terhadap RPP CGP lain. Minggu
10 ini, saya menggunakan model 4F
(Facts, Feelings, Findings, Future).
1. Facts (Peristiwa)
Kegiatan pertama minggu ini adalah mempresentasikan hasil kolaborasi pertemuan sebelumnya tentang membuat RPP berdiferensiasi. Kelompok kami yang terdiri dari 4 orang, yaitu bapak Sentot, Bapak agus Widodo, Ibu Ratih dan saya sendiri, memilih untuk membuat RPP Taman Kanak-Kanak dengan tema Warna, karena anggota kelompok kami berasal dari latar belakang sekolah yang berbeda tingkatannya, dan kami sepakat mengambil di tingkat TK.
Presentasi kelompok kami berjalan
dengan lancar dan mendapatkan masukan dan pertanyaan dari CGP lain dan juga
fasilitator. Disini saya menjadi lebih memahami bagaimana sistem pembelajaran
berdiferensiasi.
Di hari kedua, saya melakukan Refleksi terbimbing. Kami diminta untuk menjawab beberapa pertanyaan pemantik yang makin memperkuat kami meningkatkan pemahaman terkait pembelajaran berdiferensiasi. Di aktivitas ini tidak ada hambatan yang dirasakan karena di sesi ini bagaimana CGP menggali lebih dalam konsep pembelajaran berdiferensiasi.
Saya lebih memahami bahwa Pembelajaran berdiferensiasi
merupakan proses siklus mencari tahu tentang siswa dan merespons belajarnya
berdasarkan perbedaan. Ketika guru terus belajar tentang keberagaman siswanya,
maka pembelajaran yang profesional, efesien, dan efektif akan terwujud.
Aktivitas ketiga yaitu demonstrasi
kontekstual. Di aktivitas ini kami diminta membuat Rencana pembelajaran
berdiferensiasi dan mengevaluasi efektivitas RPP yang dibuat oleh sesama rekan
CGP. (peer assessment). Saya membuat RPP berdiferensiasi dengan
mempertimbangkan kebutuhan peserta didik ditinjau dari minat siswa. Materi
yang saya angkat adalah tentang pembelajaran Bahasa Indonesia dengan tema
pidato, dimana siswa diberikan kesempatan untuk membuat naskah pidato sesuai
dengan tema yang mereka sukai, seperti hobi mereka ataupun hal yang menarik
hati mereka sehingga murid akan merasa lebih bersemangat untuk membuat naskah
pidato. Selain itu, dalam ujuk kerja, murid diberikan kebebasan untuk
menampilkan hasil karyanya dalam bentuk tulisan/ naskah, rekaman suara, atau
video. Hal ini untuk memberi keleluasaan sesuai profil belajar masing masing. Ada
yang cenderung visual, auditory maupun kinestetik.
Berikut peer assessment yang dilakukan
antar CGP dalam aktivitas ruang demonstrasi kontekstual
2. Feelings (Perasaan)
Saya antuias dan semangat mengikuti
aktivitas pembelajaran di minggu ke-10. Saya jadi mampu menyusun RPP
berdiferensiasi. Paham bagaimana menyusun pembelajaran yang menyelaraskan
dengan karakteristik peserta didik sekolah saya. Mulai tergambar treatment seperti
apa yang dapat diambil oleh saya sebagai bentuk tindakan yang mempertimbangkan
kebutuhan belajar peserta didik.
3. Findings (Pembelajaran)
Informasi, pengetahuan dan pengalaman
baru akan diterima oleh saya sebagai calon guru penggerak pemimpin pembelajaran.
Salah satu aplikasi nyata bagaimana seorang guru harus menghamba pada anak
adalah mengintegrasikan pembelajaran berdiferensiasi terhadap pelaksanaan,
pelaksanaan, dan penilaian. Pembelajaran yang mengakomodir seluruh kebutuhan
peserta didik dari minat, kesiapan belajar dan profil belajar peserta didik.
Butuh waktu dan proses yang tidak sebentar adalah Menciptakan Lingkungan belajar yang mendukung. Lingkungan yang Setiap orang di kelas akan menyambut dan merasa disambut dengan baik, Setiap orang dalam kelas tersebut saling menghargai, Murid merasa aman secara pisik dan psikis, lingkungan yang Apa saja harapan bagi pertumbuhan, Guru mengajar untuk mencapai kesuksesan,
Ada keadilan dalam bentuk yang nyata,
lingkungan yang Guru dan siswa berkolaborasi dalam membangun pertumbuhan dan
kesuksesan bersama, dan membangun atsmosfir lingkungan kelas yang positif Jika
lingkungan belajar tersebut secara otomatis akan tercipta pembelajaran
berdiferensiasi. Lingkungan tersebut tercipta jika ada peran serta seluruh
pemangku kepentingan di sekolah berjalan bersinergis bergerak dan saling
menggerakan lingkungan yang memberikan hak-hak setiap peserta didik yang
menumbuhkembangkan minat peserta didik secara holistic.
4. Future (Penerapan)
Saya akan coba untuk memberikan pembelajaran dengan mempertimbangkan karakteristik dari siswa baik ditinjau dari kesiapan belajarnya, minat maupun profil belajarnya.mempe Memperhatikan kemampuan siswa dalam memilih aktifitas belajar yang sesuai dengan gaya belajar yang dimiliki akan membantu menghindarkan siswa dari pengalaman belajar yang tidak tepat, membosankan dan cenderung pasif. Oleh karena itu penting bagi guru untuk memahami gaya belajar yang dimiliki siswa agar mampu belajar secara aktif dan efektif serta dapat melakukan improvisasi dalam setiap proses belajar. Salam Guru Penggerak. Semangattt!!!
(Tri Budi Astuti, CGP Kab. Magetan
Angkatan 4)