Jurnal Refleksi Minggu Ke-20
Fact (Peristiwa)
Minggu ini, pembelajaran telah
menginjak pada modul 3.2 Pemimpin dalam pengelolaan sumber daya. Kegiatan
pembelajaran yang pertama adalah mulai dari diri, yaitu menulisan sejauh mana
pemahaman CGP tentang materi yang akan dibahas. Pada alur pembelajaran
eksplorasi konsep, CGP diajak mengingat kembali tentang ekosistem, mengaitkan
sekolah sebagai ekosistem, mengamati video tujuh aset dalam komunitas,
membedakan pendekatan berbasis masalah dengan pendekatan berbasis aset, dan
pengembangan komunitas berbasis aset. Pada eksplorasi konsep juga dilakukan
diskusi kelompok secara asinkron, dimana tiap CGP menyampaikan pendapatnya
tentang studi kasus, kemudian dikonetari oleh CGP lainnya. Pembelajaran ruang
kolaborasi memberikan pemahaman lebih dalam mengenai pengembangan komunitas
berbasis aset dan memetakan aset yang dimiliki daerah untuk pengembangan
sekolah. Minggu ini, saya juga didampingi oleh Pengajar Praktik dalam kegiatan
Pendampingan Individu 4. Dalam Pendampingan Individu 4 ini, saya mempraktikkan
coaching kepada rekan sejawat yang memiliki masalah, dengan disaksikan oleh
Pengajar Praktik.
Feeling (Perasaan)
Pada modul 3.2 ini, saya semakin
menyadari bahwa untuk mencapai tujuan pembelajaran seperti yang kita harapkan,
kita harus mengubah pola pikir kita ke arah yang positif. Senantiasa berbaik
sangka terhadap segala potensi, aset atau modal yang kita miliki untuk dapat
terus mengembangkan diri. Dengan bimbingan dari fasilitator, saya melakukan
kegiatan pembelajaran dengan semangat, penuh rasa ingin tahu, dan antusias
dalam setiap kegiatan pembelajaran maupun pengerjaan tugas. Adanya kegiatan
coaching yang saya lakukan didampingi oleh pengajar praktik juga membuat lebih
percaya diri dalam melakukan coaching kepada rekan guru maupun murid yang
memerlukan bantuan.
Pendekatan berbasis masalah/kelemahan membuat anggota
komunitas berpikir tentang masalah yang dihadapi dan kelemahan yang dimiliki.
Sebaliknya, pendekatan berbasis aset akan membuat anggota kemunitas berpikir
tentang apa yang dimiliki untuk dikembangkan, langkah apa yang telah dilakukan,
dan bagaiana meningkatkan hasilnya. Jelaslah bahwa pendekatan berbasis aset
akan membawa perbaikan dan kemajuan pada sebuah kemunitas. Pembelajaran yang
didapat adalah dengan berpikir tentang aset, kekuatan, dan potensi yang
dimiliki, maka tujuan pengembangan komunitas/sekolah akan berlangsung dengan
baik.
Future
Dengan mempelajari pengembangan komunitas berbasis aset,
saya akan menganalisis aset, kekuatan, dan potensi yang dimiliki oleh sekolah
maupun yang ada di sekitar sekolah untuk dapat diberdayakan dalam pengembangan
sekolah. Saya juga akan mengajak rekan sejawat memanfaatkan aset sekolah secara
optimal dalam pembelajaran sehingga pengembangan potensi murid menjadi lebih
optimal.
Demikian Jurnal Refleksi Minggu Ke-20, semoga bermanfaat.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar