Selasa, 22 Februari 2022

Jurnal Refleksi Minggu ke-10

 JURNAL REFLEKSI MINGGU KE-10

Pada minggu ke-10 ini, kegiatan yang kami lakukan adalah melakukan presentasi kelompok dengan materi RPP berdiferensiasi, setelah itu melakukan refleksi terbimbing mengenai masalah dalam pembelajaran berkaitan dengan penerapan pembelajaran berdiferensiasi. Setelah itu kami diberikan kesempatan untuk membuat RPP berdiferensiasi sesuai dengan kelas yang diampu dan saling memberikan tanggapan terhadap RPP CGP lain. Minggu 10 ini, saya menggunakan model 4F (Facts, Feelings, Findings, Future).

 

1. Facts (Peristiwa)

        Kegiatan pertama minggu ini adalah mempresentasikan hasil kolaborasi pertemuan sebelumnya tentang membuat RPP berdiferensiasi. Kelompok kami yang terdiri dari 4 orang, yaitu bapak Sentot, Bapak agus Widodo, Ibu Ratih dan saya sendiri, memilih untuk membuat RPP Taman Kanak-Kanak dengan tema Warna, karena anggota kelompok kami berasal dari latar belakang sekolah yang berbeda tingkatannya, dan kami sepakat mengambil di tingkat TK.

Presentasi kelompok kami berjalan dengan lancar dan mendapatkan masukan dan pertanyaan dari CGP lain dan juga fasilitator. Disini saya menjadi lebih memahami bagaimana sistem pembelajaran berdiferensiasi.

 Di hari kedua, saya melakukan Refleksi terbimbing. Kami diminta untuk menjawab beberapa pertanyaan pemantik yang makin memperkuat kami meningkatkan pemahaman terkait pembelajaran berdiferensiasi. Di aktivitas ini tidak ada hambatan yang dirasakan karena di sesi ini bagaimana CGP menggali lebih dalam konsep pembelajaran berdiferensiasi. 

Saya lebih memahami bahwa Pembelajaran berdiferensiasi merupakan proses siklus mencari tahu tentang siswa dan merespons belajarnya berdasarkan perbedaan. Ketika guru terus belajar tentang keberagaman siswanya, maka pembelajaran yang profesional, efesien, dan efektif akan terwujud.

Aktivitas ketiga yaitu demonstrasi kontekstual. Di aktivitas ini kami diminta membuat Rencana pembelajaran berdiferensiasi dan mengevaluasi efektivitas RPP yang dibuat oleh sesama rekan CGP. (peer assessment). Saya membuat RPP berdiferensiasi dengan mempertimbangkan kebutuhan peserta didik ditinjau dari minat siswa.  Materi yang saya angkat adalah tentang pembelajaran Bahasa Indonesia dengan tema pidato, dimana siswa diberikan kesempatan untuk membuat naskah pidato sesuai dengan tema yang mereka sukai, seperti hobi mereka ataupun hal yang menarik hati mereka sehingga murid akan merasa lebih bersemangat untuk membuat naskah pidato. Selain itu, dalam ujuk kerja, murid diberikan kebebasan untuk menampilkan hasil karyanya dalam bentuk tulisan/ naskah, rekaman suara, atau video. Hal ini untuk memberi keleluasaan sesuai profil belajar masing masing. Ada yang cenderung visual, auditory maupun kinestetik.

Berikut peer assessment yang dilakukan antar CGP dalam aktivitas ruang demonstrasi kontekstual

2. Feelings (Perasaan)

Saya antuias dan semangat mengikuti aktivitas pembelajaran di minggu ke-10. Saya jadi mampu menyusun RPP berdiferensiasi. Paham bagaimana menyusun pembelajaran yang menyelaraskan dengan karakteristik peserta didik sekolah saya. Mulai tergambar treatment seperti apa yang dapat diambil oleh saya sebagai bentuk tindakan yang mempertimbangkan kebutuhan belajar peserta didik.

3. Findings (Pembelajaran)

Informasi, pengetahuan dan pengalaman baru akan diterima oleh saya sebagai calon guru penggerak pemimpin pembelajaran. Salah satu aplikasi nyata bagaimana seorang guru harus menghamba pada anak adalah mengintegrasikan pembelajaran berdiferensiasi terhadap pelaksanaan, pelaksanaan, dan penilaian. Pembelajaran yang mengakomodir seluruh kebutuhan peserta didik dari minat, kesiapan belajar dan profil belajar peserta didik.

 Butuh waktu dan proses yang tidak sebentar adalah Menciptakan Lingkungan belajar yang mendukung. Lingkungan yang Setiap orang di kelas akan menyambut dan merasa disambut dengan baik, Setiap orang dalam kelas tersebut saling menghargai, Murid merasa aman secara pisik dan psikis, lingkungan yang Apa saja harapan bagi pertumbuhan, Guru mengajar untuk mencapai kesuksesan, 

Ada keadilan dalam bentuk yang nyata, lingkungan yang Guru dan siswa berkolaborasi dalam membangun pertumbuhan dan kesuksesan bersama, dan membangun atsmosfir lingkungan kelas yang positif Jika lingkungan belajar tersebut secara otomatis akan tercipta pembelajaran berdiferensiasi. Lingkungan tersebut tercipta jika ada peran serta seluruh pemangku kepentingan di sekolah berjalan bersinergis bergerak dan saling menggerakan lingkungan yang memberikan hak-hak setiap peserta didik yang menumbuhkembangkan minat peserta didik secara holistic.

 

4. Future (Penerapan)

         Saya akan coba untuk memberikan pembelajaran dengan mempertimbangkan karakteristik dari siswa baik ditinjau dari kesiapan belajarnya, minat maupun profil belajarnya.mempe Memperhatikan kemampuan siswa dalam memilih  aktifitas  belajar  yang  sesuai  dengan  gaya  belajar  yang  dimiliki  akan membantu   menghindarkan   siswa   dari   pengalaman   belajar   yang   tidak   tepat, membosankan  dan  cenderung  pasif. Oleh  karena  itu  penting  bagi guru  untuk memahami gaya belajar yang dimiliki siswa agar mampu belajar secara aktif dan efektif serta dapat melakukan improvisasi dalam setiap proses belajar. Salam Guru Penggerak. Semangattt!!!

 

(Tri Budi Astuti, CGP Kab. Magetan Angkatan 4)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jurnal Refleksi Minggu ke 24 modul 3.3 Calon Guru Penggerak

Tanpa terasa, perjalanan pendidikan Calon Guru Penggerak sudah pada tahap akhir di modul 3.3.  Pengelolaan Program yang Berdampak pada Murid...