Jurnal Refleksi Minggu Ke-15 Calon Guru Penggerak
Jurnal
rekfeksi minggu ke-15 ini, saya menggunakan model DEAL ⟮Description, Examination and Articulation of Learning). Berikut adalah uraian saya setelah
belajar satu minggu tentang penerapan coaching di sekolah.
Jurnal
Refleksi Minggu Ke-15
Description
Pada minggu
ini, saya bersama rekan Calon Guru Penggerak Angkatan 4 mempelajari materi yang
sangat menarik, yaitu tentang coaching. Kami melakukan eksplorasi konsep secara
mandiri, forum diskusi eksplorasi konsep, ruang kolaborasi Latihan coaching,
dan ruang kolaborasi praktik coaching. Dalam eksplorasi konsep mandiri, saya
membaca materi tentang konsep coaching, definisi coaching, mencermati video
sang kancil dan burung hantu, video tentang komunikasi asertif, menjadi
pendengar aktif, bertanya efektif, dan memberi umpan balik positif, serta
coaching model TIRTA. Banyak pengetahuan baru yang saya dapatkan, di samping
ada beberapa yang telah saya lakukan secara rutin. Dalam forum diskusi eksplorasi
konsep, kami menjawab pertanyaan berdasarkan pengamatan terhadap videopraktik
coaching model TIRTA, kemudian saling berbagi pengalaman, pendapat, saran, dan
masukan. Tujuannya untuk saling menguatkan pemahaman CGP. Pada pembelajaran
ruang kolaborasi, CGP didampingi oleh fasilitator dalam mempelajari kasus yang
ada di sekolah, yaitu kasus antar siswa, antara siswa dengan guru, dan antara
guru dengan kepala sekolah dan pengawas. Kami bergiliran menjadi coach,
coachee, dan pengamat dalam mempraktikkan coaching model TIRTA secara virtual.
Selain kegiatan pembelajaran di LMS, minggu ini saya juga merancang kegiatan
aksi nyata untuk modul 2.2 Pebelajaran Sosial dan Emosional, yaitu melakukan
praktik mengajar dengan menerapkan pembelajaran berdiferensiasi yang terintegrasi
pembelajaran sosial dan emosional.
Examination
Pengalaman
yang saya dapatkan pada pembelajaran minggu ini sangat banyak dan akan sangat
berguna dalam melaksanakan tugas di sekolah. Misalnya, komunikasi asertif,
sangat berguna dalam memjalin hubungan dengan rekan kerja, atasan, siswa,
maupun masyarakat. Dalam komunikasi asertif, saya belajar bagaimana
mendengarkan lawan bicara sekaligus mengungkapkan pendapat dengan baik, santun,
tanpa menyinggung lawan bicara. Teknik bertanya efektif, memberikan saya
pengalaman bagaimana mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang dapat
mengidentifikasi masalah yang dihadapi, mengali potensi, menjabarkan rencana,
dan menuntun tanggung jawab. Menjadi pendengar aktif, sangat penting untuk
diterapkan dalam berkomunikasi untuk membuat lawan bicara merasa nyaman, merasa
diperhatikan, sekaligus kita dapat menyimak, memahami, dan memberi respons atas
hal yang diungkapkan. Respons yang diberikan akan berguna bagi lawan bicara
jika diberikan dalam bentuk umpan balik positif. Semua keterampilan yang
dipelajari, mendukung penguasaan pada coaching model TIRTA. Caching model TIRTA
yang dilaksanakan dengan baik akan dapat membantu peserta didik mengetahui
potensinya, menentukan rencana solusi dan mengambil tangung jawab. Hal ini
penting dalam menjalankan peran sebagai guru yang menuntun murid guna mencapai
kemandirian dalam hidup.
Koneksi Antar Materi Modul 2.3
Articulation of
Learning
Setelah
mempelajari coaching model TIRTA, saya tertarik untuk mencoba menerapkannya
dalam membantu murid menemukan jalan keluar dari masalah yang dihadapinya.
Coaching model TIRTA sangat berbeda dengan praktik konseling maupun mentoring
yang selama ini diterapkan di sekolah. Dalam konseling, konselor berperan
menggali masalah yang telah dilalui oleh klien, sedangkan dalam mentoring, mentor
memberikan tips-tips mengatasi masalah berdasarkan pengalaman mentor. Sementara
dalam coaching model TIRTA, coach tidak memberikan solusi secara langsung,
tetapi menggali dari dalam diri coachee, potensi/kekuatan apa yang dapat
dikembangkan guna menjadi solusi. Di sinilah keterampilan komunikasi dan
bertanya efektif akan sangat berguna. Dalam meningkatkan kemampuan saya
melakukan coaching, saya akan belajar dari rekan guru senior, kepala sekolah,
rekan CGP, maupun dari media internet yang memberikan banyak contoh coaching.
Saya akan mengasah kemampuan coaching, baik dengan murid maupun dengan rekan
guru yang memiliki masalah. Harapannya, saya dapat membantu mereka
mengidentifikasi masalah, menemukan potensi diri, merancang rencana solusi, dan
komitmen dalam menjalankan rencana.
Demikian
jurnal saya minggu ini, semoga bermanfaat. Salam dan Bahagia
(TRI BUDI
ASTUTI, CGP KAB. MAGETAN ANGKATAN 4)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar